<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>"=ReLigiOn Of Islami="</title>
	<atom:link href="http://khanda88.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://khanda88.wordpress.com</link>
	<description>MhaCHazZrT MhaYozT TeaM ForeVer ("MMTF")</description>
	<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 14:18:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Renungan Dalam Menyedari akan Islam.</title>
		<link>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/15/renungan-dalam-menyedari-akan-islam/</link>
		<comments>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/15/renungan-dalam-menyedari-akan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 14:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khanda88</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khanda88.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Guru itu duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, &#8220;Saya ada satu permainan&#8230; Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah &#8220;Kapur!&#8221;, jika saya angkat pemadam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Seorang guru wanita sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Guru itu duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam. Guru itu berkata, &#8220;Saya ada satu permainan&#8230; Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah &#8220;Kapur!&#8221;, jika saya angkat pemadam ini, maka katalah &#8220;Pemadam!&#8221;<br />
<span id="more-40"></span><br />
Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat kemudian guru kembali berkata, &#8220;Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah &#8220;Pemadam!&#8221;, jika saya angkat pemadam, maka katakanlah &#8220;Kapur!&#8221;. Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kekok, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kekok. Selang beberapa saat, permainan berhenti.</p>
<p>Siguru tersenyum kepada murid-muridnya. &#8220;Murid-murid, begitulah kita umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membezakannya. Namun kemudian, musuh-musuh kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan ketika. &#8220;</p>
<p>Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain.&#8221; &#8220;Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Faham?&#8221; tanya Guru kepada murid-muridnya. &#8220;Faham cikgu&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Baik permainan kedua&#8230;&#8221; Guru melanjutkan. &#8220;</p>
<p>Cikgu ada Qur&#8217;an, cikgu akan letakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri diluar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur&#8217;an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?&#8221; Murid-muridnya berfikir . Ada yang mencuba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain.</p>
<p>Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur&#8217;an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.&#8221;Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya. Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak anda dengan terang-terang. Kerana tentu anda akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sedar.</p>
<p>&#8220;Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghentam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka. Dan itulah yang mereka inginkan.&#8221; &#8220;Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kita&#8230; &#8220;</p>
<p>&#8220;Kenapa mereka tidak berani terang-terang memijak-mijak cikgu?&#8221; tanya murid- murid.</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi.&#8221; &#8220;Begitulah Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sedar, akhirnya hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sedar&#8221;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khanda88.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khanda88.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khanda88.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khanda88.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khanda88.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khanda88.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khanda88.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khanda88.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khanda88.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khanda88.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khanda88.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khanda88.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khanda88.wordpress.com&blog=3114646&post=40&subd=khanda88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/15/renungan-dalam-menyedari-akan-islam/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/khanda88-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">khanda88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari Kebahagiaan</title>
		<link>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/mencari-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/mencari-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 15:25:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khanda88</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khanda88.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari di sebuah sungai yang cukup jernih,              hiduplah seekor ikan kecil muda usia. Saat itu, siang sangat terik,              Sang Ikan mencari bagian sungai yang ternaungi pohon yang rindang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Suatu hari di sebuah sungai yang cukup jernih,              hiduplah seekor ikan kecil muda usia. Saat itu, siang sangat terik,              Sang Ikan mencari bagian sungai yang ternaungi pohon yang rindang.              Sesekali dipukulkannya ekornya pada air di sekelilingnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-39"></span>Saat Sang Ikan sibuk dengan air yang menciprati tubuhnya,              tiba-tiba terdengarlah suara dari balik rimbun pepohonan, “Ayah,              indah sekali pemandangan di sini, yach! Pepohonan begitu rimbun, dan              air sungai ini begitu jernih,” seru seorang anak kecil pada ayahnya.</p>
<p>“Yach … Alhamdulillah … itulah kebesaran Allah, Nak! Ia menciptakan              sesuatu tanpa cela, hanya manusia saja yang kurang bersyukur” kata              Sang Ayah sambil mengelus kepala anak kecil itu dengan lembut.</p>
<p>“Katanya air itu sangat penting, ya, Yah? Dan … tanpanya kita semua              akan mati?” tanya anak kecil itu pada ayahnya.</p>
<p>“Ya, benar! Air itu sangat penting bagi kita. Setiap makhluk hidup              membutuhkan air dan oleh karena itu kita bisa mati tanpa ada air              dalam kehidupan kita, seperti juga ikan kecil itu!” seru Sang Ayah              sambil menunjuk ikan kecil.</p>
<p>Si ikan kecil yang mengikuti percakapan antara ayah dan anak itu              mendadak menjadi gelisah. “Air, apa itu air? Di mana dapat kutemukan              air? Bagaimana juka aku mati bila aku tak dapat menemukan air              secepat mungkin? tanya si ikan dalam hatinya sambil berenang dengan              panik. Si ikan kecil berenang tanpa kenal henti.</p>
<p>Ketika ikan kecil mendekati hulu sungai, bertemulah ikan kecil              tersebut dengan seekor ikan “sepuh”. Setelah menyampaikan salam              kemudian ikan kecil itu bertanya, “Wahai ikan sepuh, dapatkah kau              tunjukkan padaku, di mana air? Aku mendengar percakapan manusia              bahwa tanpa air kita akan mati!” seru Si ikan kecil.</p>
<p>Ikan sepuh tersenyum bijak, kemudian berkata, “Anakku, tentu saja              aku tahu di mana air, sekarang coba kau lihat samping kanan dan              kirimu, lihat sekelilingmu, apa yang kau lihat?”</p>
<p>“Ya, ada benda yang mengelilingiku tiap waktu, kadang ia tenang dan              bergelombang, dia membantuku untuk berenang, dia yang membasahi              tubuhku, menghilangkan dahagaku, dan aku bisa mati kekeringan tanpa              kehadirannya,” gumam Si ikan kecil.</p>
<p>Ikan sepuh tersenyum lagi, “Ya, itulah air yang kau cari selama ini,              anakku. Itulah air yang membuat kita semua dapat mati bila hidup              tanpa kehadirannya.</p>
<p>Si ikan kecil tertegun, kemudian tersenyum, “Terimakasih, ikan              sepuh. Sekarang aku bisa menghentikan proses pencarianku. Aku              bahagia bisa menemukan apa yang aku cari. Ternyata benda yang sangat              penting yang selama ini aku cari sudah berada bersamaku sejak dulu              tapi aku tidak menyadarinya,” ucap Si ikan kecil. Si ikan kecil              kemudian memutar siripnya setelah sebelumnya berpamitan kepada ikan              sepuh.</p>
<p>KITA MANUSIA, SERINGKALI TAK KUNJUNG MERASA PUAS AKAN PENEMPATAN              YANG ALLAH BERIKAN PADA KITA. Dan kita seringkali tak sadar bahwa              mungkin sebenarnya saat kita melakukan pencarian, ketika kita sedang              letih … sebenarnya kita justru sedang menjalani kebahagiaan              tersebut.</p>
<p>Karena kita seringkali tertipu, dengan arus air yang tidak selamanya              tenang, karena kebahagiaan pun seringkali tidak mesti berwujud              ketenangan. Karena kebahagiaan pun seringkali berwujud “riak-riak              ombak” dalam kehidupan kita…. Tapi kita akan merasa bahagia bila              kita nikmati dan lalui dengan sabar</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khanda88.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khanda88.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khanda88.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khanda88.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khanda88.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khanda88.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khanda88.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khanda88.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khanda88.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khanda88.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khanda88.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khanda88.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khanda88.wordpress.com&blog=3114646&post=39&subd=khanda88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/mencari-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/khanda88-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">khanda88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NASEHAT NABI KEPADA MUADS BIN JABAL</title>
		<link>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/nasehat-nabi-kepada-muads-bin-jabal/</link>
		<comments>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/nasehat-nabi-kepada-muads-bin-jabal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 15:22:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khanda88</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khanda88.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[ Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu&#8217;adz, &#8220;Wahai Mu&#8217;adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :

 ·	Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.
·	Bacalah Al-Qur&#8217;an
·	tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.
·	Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.
·	Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.
·	Jangan engkau masukkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"> Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu&#8217;adz, &#8220;Wahai Mu&#8217;adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :<br />
</span><span id="more-38"></span><br />
<span style="color:#000080;"> ·	Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.<br />
·	Bacalah Al-Qur&#8217;an<br />
·	tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.<br />
·	Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.<br />
·	Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.<br />
·	Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.<br />
·	Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.<br />
·	Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain.<br />
·	Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain.<br />
·	Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu.</p>
<p>Nescaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, &#8220;Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain.&#8221;<br />
Sabda Rasulullah S.A.W., &#8220;Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya.&#8221;<br />
Kata Mu&#8217;adz, &#8221; Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?&#8221;</p>
<p>Sabda Rasulullah S.A.W., &#8220;Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T.&#8221;</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khanda88.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khanda88.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khanda88.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khanda88.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khanda88.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khanda88.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khanda88.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khanda88.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khanda88.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khanda88.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khanda88.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khanda88.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khanda88.wordpress.com&blog=3114646&post=38&subd=khanda88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/nasehat-nabi-kepada-muads-bin-jabal/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/khanda88-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">khanda88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat Imam Al-Ghozali</title>
		<link>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/nasehat-imam-al-ghozali/</link>
		<comments>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/nasehat-imam-al-ghozali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 15:21:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khanda88</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khanda88.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan       murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya, pertama,&#8221;Apa yang       paling dekat dengan diri kita di dunia ini?&#8221;. Murid-muridnya ada yang       menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#000080;">Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan       murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya, pertama,&#8221;Apa yang       paling dekat dengan diri kita di dunia ini?&#8221;. Murid-muridnya ada yang       menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan       semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah <em><strong>&#8220;Mati&#8221;</strong></em>.       Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan       mati.</span></p>
<p align="justify"><span id="more-37"></span><span style="color:#000080;">Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua.       &#8220;Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?&#8221;.       Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan       bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang       mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah &#8220;<strong><em>masa       lalu&#8221;</em></strong>.       Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke       masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang       akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000080;">Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang       ketiga. &#8220;Apa yang paling besar di dunia ini?&#8221;. Murid-muridnya       ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata       Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah <strong><em> &#8220;Nafsu&#8221;</em></strong> (Al A&#8217;Raf 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu       kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000080;">Pertanyaan keempat adalah, &#8220;Apa yang paling berat       di dunia ini?&#8221;.Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban       sampean benar, kata Iimam Ghozali, tapi yang paling berat adalah <em><strong> &#8220;memegang AMANAH&#8221; </strong></em> (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang,       gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka       untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan       sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia       masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.</span></p>
<p align="justify"><span style="color:#000080;">Pertanyaan yang kelima adalah, &#8220;Apa yang paling       ringan di dunia ini?&#8221;.Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan       daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di       dunia ini adalah &#8220;<strong><em>meninggalkan Sholat&#8221;</em></strong>. Gara-gara pekerjaan kita tinggalkan       sholat, gara-gara meeting kita tinggalkan sholat. Lantas pertanyaan ke       enam adalah, &#8220;Apakah yang paling tajam di dunia ini?&#8221;.       Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang&#8230; Benar kata Imam       Ghozali, tapi yang paling tajam adalah <em><strong> &#8220;lidah manusia&#8221;</strong></em>. Karena       melalui lidah, manusia dengan gampangnya menyakiti hati dan       melukaiperasaan saudaranya sendiri.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khanda88.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khanda88.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khanda88.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khanda88.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khanda88.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khanda88.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khanda88.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khanda88.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khanda88.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khanda88.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khanda88.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khanda88.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khanda88.wordpress.com&blog=3114646&post=37&subd=khanda88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/nasehat-imam-al-ghozali/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/khanda88-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">khanda88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PELAJARAN SANG KELEDAI</title>
		<link>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/pelajaran-sang-keledai/</link>
		<comments>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/pelajaran-sang-keledai/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 15:15:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khanda88</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khanda88.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke       dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang       harus dilakukannya.Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan       sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna
menolong [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke       dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang       harus dilakukannya.Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan       sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna<br />
menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka       membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span id="more-35"></span><span style="color:#000080;">Ketika si keledai       menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia       menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si       petani       melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya.Walaupun punggungnya       terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan       sesuatu yang menakjubkan.Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah       yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Si petani       terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan<br />
itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian       melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian       melarikan diri.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"><em><span style="text-decoration:underline;">Renungan:</span></em><br />
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala       macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari &#8220;sumur&#8221;       (kesedihan dan masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan       kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari       &#8220;sumur&#8221; dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.</span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-indent:0.5in;text-align:justify;"><span style="color:#000080;">Setiap masalah-masalah       kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari       &#8220;sumur&#8221; yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah       menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah       naik.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khanda88.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khanda88.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khanda88.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khanda88.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khanda88.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khanda88.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khanda88.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khanda88.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khanda88.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khanda88.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khanda88.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khanda88.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khanda88.wordpress.com&blog=3114646&post=35&subd=khanda88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/pelajaran-sang-keledai/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/khanda88-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">khanda88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dawai Sang Sufi</title>
		<link>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/dawai-sang-sufi/</link>
		<comments>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/dawai-sang-sufi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 11:13:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khanda88</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khanda88.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Hidup adalah ibadah
Dalam ayat-Nya Allah berfirman,
Wama kholaqtul jinna wal insa illa liya&#8217;bududun
Lama aku tidak percaya dengan ayat ini
Fikirku aku hanya disuruh shalat, puasa dan dzikir
Apalagiketika aku berfikir tentang ayat,
Wa&#8217;bud robbaka hatta ya&#8217;tiyakal yakin,
Demi Allah, aku tidak sanggup untuk beribadah terus menerus&#8230;
Aku bingung
Aku takut
Aku lari dari pendapatku sendiri
Suatu hari aku bertanya kepada guruku
Guruku mengatakan, &#8220;Tidak salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;color:#da000e;">Hidup adalah ibadah<br />
Dalam ayat-Nya Allah berfirman,<br />
<em>Wama kholaqtul jinna wal insa illa liya&#8217;bududun</em><br />
Lama aku tidak percaya dengan ayat ini<br />
Fikirku aku hanya disuruh shalat, puasa dan dzikir<br />
Apalagiketika aku berfikir tentang ayat,<br />
<em>Wa&#8217;bud robbaka hatta ya&#8217;tiyakal yakin,</em><br />
Demi Allah, aku tidak sanggup untuk beribadah terus menerus&#8230;<br />
Aku bingung<br />
Aku takut<br />
Aku lari dari pendapatku sendiri</span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span id="more-34"></span><span style="font-size:10pt;color:#da000e;">Suatu hari aku bertanya kepada guruku<br />
Guruku mengatakan, &#8220;Tidak salah pendapatmu, tapi kurang&#8221;.<br />
Ketahuilah&#8230;..<br />
Dalam ayat lain Allah juga berfirman<br />
<em>Wala tansa nasibaka minaddunya</em><br />
Dan La yukallifullahu nafsan illa wus&#8217;aha<br />
Jelas Allah tidak hanya menyuruh kitauntuksholat dan puasa<br />
Allah juga menyuruh kita untukmencari dunia<br />
Bahkan Allah melarang kita untuk membebani diri kita dengan beban yang berat<br />
Sehingga kita tidak mampu memikulnya<br />
Walaupun itu ibadah</span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;color:#da000e;">Ketauhillah&#8230;..<br />
Ibadahitu bukan bentuk lahirnya<br />
Banyak perkara dunia yang berubah menjadi amal dunia karena niat<br />
Banyak perkara yang kadang menurut kita tidak ada nilainya tetapi<br />
Disisi Allah sangat berharga<br />
Engkau makan,minum, tidur, cari nafkah, menikah<br />
Tetapi di niati untuk menguatkan ibadah<br />
Itulah arti <em>Wama kholaqtul jinna wal insa illa liyakbudun</em><br />
Dan engkau dapat istiqomah sholat, puasa, dzikir<br />
Dengan bantuan makan, minum dan menikah<br />
Itulah arti<em>Wa&#8217;bud robbaka hatta ya&#8217;tiyakal yaqin</em><br />
Jikaengkau sholat, puasa tetapi tidak makan dan minum<br />
Pasti engkau akan mati<br />
bukankah ini bunuh diri dan jelas tidak ibadah ?<br />
Engkau hanya sholat, puasa dan dzikir tetapi tidak menikah<br />
Sehingga suatu ketika terjerumus zina, apakah arti semua ibadahmu ?</span></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:10pt;color:#da000e;">Ingatlah Allah pencipta manusia dengan ukuran dan aturan<br />
Janganlah engkau mempertahankan kebodohanmu<br />
Janganlah engkau hancur hanya karena pemahamanmu yang salah<br />
Dan ingatlah pesan Allah<em> Alladzina yastami&#8217;unal qoula<br />
Fayattabi&#8217;una ahsanah&#8230;..</em><br />
Orang-orang yang mendengarkan pendapat<br />
Kemudian mengikuti pendapat yang paling bagus<br />
Merekalah yang diberi petunjuk Allah<br />
Dan merekalah orang-orang yang beruntung&#8230;.</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khanda88.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khanda88.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khanda88.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khanda88.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khanda88.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khanda88.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khanda88.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khanda88.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khanda88.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khanda88.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khanda88.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khanda88.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khanda88.wordpress.com&blog=3114646&post=34&subd=khanda88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/dawai-sang-sufi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/khanda88-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">khanda88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saat ini Kita Adalah Raja</title>
		<link>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/saat-ini-kita-adalah-raja/</link>
		<comments>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/saat-ini-kita-adalah-raja/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 11:11:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khanda88</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khanda88.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[ Dahulu ada satu negeri muslim yang sangat aman, rakyatnya makmur dan sentosa. Hal ini karena negeri itu diperintah oleh seorang Raja yang adil, bijak dan tidak korup. Raja ini selalu memperhatikan dan mementingkan kesejahteraan rakyatnya. Dia senantiasa bertanya kepada Para Mentrinya mengenai keadaan rakyatnya dan selalu diterima laporan bahwa rakyatnya makmur, sehat dan aman.Suatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><span style="color:#000080;"> Dahulu ada satu negeri muslim yang sangat aman, rakyatnya makmur dan sentosa. Hal ini karena negeri itu diperintah oleh seorang Raja yang adil, bijak dan tidak korup. Raja ini selalu memperhatikan dan mementingkan kesejahteraan rakyatnya. Dia senantiasa bertanya kepada Para Mentrinya mengenai keadaan rakyatnya dan selalu diterima laporan bahwa rakyatnya makmur, sehat dan aman.Suatu malam Sang Raja ingin keliling negeri melihat langsung kondisirakyatnya. Dengan ditemani beberapa orang Mentri dan Pembantunya, Sang Raja secara diam-diam pergi keliling negeri.<br />
</span><span id="more-33"></span><br />
<span style="color:#000080;"> Di suatu rumah Sang Raja mendengar rintihan seorang pemuda yang kelaparan. Si Ibu dengan suara lemah mengatakan kepada anaknya bahwa dia sudah tidak memiliki lagi persediaan makanan.Sang Raja mendengar itu langsung bertanya kepada Mentrinya bagaimana hal ini bisa terjadi? Setelah tanya jawab dengan Para Mentri dan Pembantunya, mereka sepakat untuk secara diam-diam membawa sang anak ke istana malam itu juga dan mengangkatnya menjadi Raja selama sehari besok saja. Mereka menunggu hingga si anak tertidur, setelah itu secara diam-diam beberapa Pembantu Istana membawa si anak yang masih tertidur, tanpa diketahui oleh si Ibu maupun anak.Di istana si anak di tidurkan dalam kamar tidur yang besar dan mewah. Pagi harinya ketika terbangun dari tidurnya si anak heran, dimanakah dia berada? Segera beberapa pembantu istana menjelaskan bahwa dia saat ini di istana kerajaan dan diangkat menjadi Raja.</p>
<p>Para Pembantu istana sibuk melayaninya.Sementara itu di tempat terpisah si ibu kebingungan dan cemas karena dia mendapati anaknya hilang dari rumahnya. Di carinya kemana-mana tapi sang anak pujaan hati tetap tak ditemukannya. Siang harinya sambil menangis dan bercucuran air mata si ibu pergi ke istana Raja untuk meminta bantuan mencari anaknya ke pelosok negeri. Di gerbang istana si ibu tertahan oleh Para Penjaga istana dan tidak diijinkan untuk bertemu dengan Raja.</p>
<p>Namun demikian, seorang Penjaga itu masuk ke dalam dan memberi tahu kepada Sang Raja (Pemuda yang baru diangkat jadi raja) bahwa di luar istana ada seorang ibu tua lusuh dan kelaparan yang sedang mencari anaknya yang hilang. Sang Raja kemudian memerintahkan untuk mensedekahkan satu karung beras kepada ibu tua miskin tersebut. Malam harinya Sang Raja tidur kembali di kamarnya yang megah dan mewah.Tengah malam sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, Sang Raja yang asli dengan Para Pembantunya secara diam-diam kembali memindahkan pemuda yang sedang tidur lelap itu kembali ke rumah ibunya.</p>
<p>Esok pagi si ibu sangat gembira karena telah menemukan kembali anaknya yang hilang kemarin. Sebaliknya si Pemuda heran kenapa dia ada disini kembali. Si ibu bercerita bahwa kemarin dia mencarinya kesana-kemari hingga pergi ke istana untuk minta bantuan, dan pulangnya dia diberi oleh Raja sekarung beras. Si Anak segera menyadari bahwa dia kemarin yang memberi sekarung beras itu. Kemudian bergegas dia pergi ke istana dan menghadap Raja, minta diangkat kembali menjadi raja. Sang Raja segera menolak dengan mengatakan bahwa waktu/kesempatannya menjadi raja sudah habis.</p>
<p>Si Pemuda tetap memohon, bahkan kalau perlu diangkat menjadi raja setengah hari saja. Jika dia menjadi raja, dia ingin mengirim beras ke ibunya lebih banyak lagi, tidak hanya sekarung seperti kemarin. Sang Raja tetap menolak permohonan pemudam itu. Sambil menghiba-hiba Pemuda itu minta hanya sejam saja bahkan beberapa menit saja, tetapi Sang Raja tetap menolak dengan alasan waktumu menjadi raja sudah habis.</p>
<p>Dengan perasaan sangat menyesal dan menangis si Pemuda pulang kembali ke rumah gubuknya dan melihat hanya ada sekarung beras di rumahnya, yang sebentar lagi juga habis dimakan mereka berdua. Dia sangat menyesal mengapa waktu dia menjadi raja dia tidak mengirim beras banyak-banyak ke ibunya itu. Kini kesempatan itu telah hilang dan tak akan kembali.</p>
<p>Itulah kisah yang menganalogikan bagaimana nanti orang-orang kafir dan orang-orang berdosa lainnya menyesal di yaumil akhir. Mereka menghiba-hiba kepada Allah swt &#8220;&#8230;dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?&#8221; (Al A&#8217;raaf:53).Tetapi Allah tetap menolak dengan alasan waktumu telah habis. Para pendosa itu sangat menyesali hidupnya di dunia dulu.</p>
<p>Kenapa dia sangat kikir dulu, seandainya dia dermawan maka tidak hanya sekarung beras yang dia kirim tetapi mungkin berton-ton beras yang dia kirim.</p>
<p>Karena kiriman beras itu bukan untuk orang lain tetapi untuk dirinya sendiri. Allah swt mengatakan:&#8221;Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka diantara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri&#8221;(Muhammad:38).</p>
<p>Beras itulah pahala, oleh karena itu gunakanlah waktu kita saat hidup di dunia ini untuk mengirim pahala sebanyak-banyaknya untuk bekal hidup kita di yaumil akhir kelak.</p>
<p>Mumpung kita masih hidup di dunia yang diibaratkan kisah diatas kita saat ini masih menjadi Raja yang tinggal di istana. Anda saat ini adalah seorang Raja!! Gunakan kesempatan ini untuk mengirim pahala sebanyak-banyaknya.</p>
<p>Jangan sia-siakan waktu anda untuk mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.Allah swt telah memperingatkan kita untuk menggunakan waktu inisebaik-baiknya dalam Surat Al Ashr: &#8220;Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran&#8221;.Rasulullah saw pernah ditanya siapakah orang yang paling pintar itu? Beliau menjawab bahwa orang yang paling pintar adalah orang yang banyak mengingat kematian dan dia mempersiapkan kematiannya itu sebaik-baiknya.</p>
<p>Orang kafir adalah &#8220;orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka&#8221; (Al-A&#8217;raaf : 51).28 Rabiutsani 1422 HArwansyah Johan Al Taqiyyan</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khanda88.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khanda88.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khanda88.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khanda88.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khanda88.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khanda88.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khanda88.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khanda88.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khanda88.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khanda88.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khanda88.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khanda88.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khanda88.wordpress.com&blog=3114646&post=33&subd=khanda88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/saat-ini-kita-adalah-raja/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/khanda88-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">khanda88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Masalah Nikah Beda Agama</title>
		<link>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/masalah-nikah-beda-agama/</link>
		<comments>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/masalah-nikah-beda-agama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 11:06:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khanda88</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khanda88.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Pada bagian ketiga dari buku Fiqih Lintas Agama terbitan Paramadina yang bekerjasama dengan The Asia Foundation dipampangkan judul Fiqih “Menerima” Agama Lain Membangun Sinergi Agama-agama. Dari judul itu saja saya membacanya merinding. Sebab yang dibangun di situ adalah sinergi agama-agama, yang hal itu tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya. Yang ada, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pada bagian ketiga dari buku Fiqih Lintas Agama terbitan Paramadina yang bekerjasama dengan The Asia Foundation dipampangkan judul Fiqih “Menerima” Agama Lain Membangun Sinergi Agama-agama. Dari judul itu saja saya membacanya merinding. Sebab yang dibangun di situ adalah sinergi agama-agama, yang hal itu tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya. Yang ada, perintah Allah swt di antaranya dalam Surat Al-Kafirun.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-32"></span>Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (QS Al-Kafirun: 1-6).</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Ibnu Katsir mengaitkan ayat itu dengan perkataan Nabi Ibrahim as dan pengikut-pengikutnya kepada kaumnya yang musyrik:</p>
<p style="text-align:justify;">“Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (QS Al-Mumtahanah/ 60: 4).</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Qur’an wahyu Allah swt telah menegaskan sejelas-jelasnya seperti itu, namun orang-orang Paramadina yang bekerjasama dengan lembaga kafirin ini menentang Al-Qur’an dengan membuat “jalan baru” yang justru bertentangan langsung dengan ayat-ayat tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam membuat “jalan baru” itu dibuatlah syari’at baru pula, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Membolehkan wanita Muslimah dinikahi oleh lelaki Ahli Kitab, dengan alasan, “karena tidak ada larangan yang sharih. Yang ada justru hadis yang tidak begitu jelas kedudukannya, Rasulullah saw bersabda, kami menikahi wanita-wanita Ahli Kitab dan laki-laki Ahli Kitab tidak boleh menikahi wanita-wanita kami (Muslimah). (FLA, halaman 163).</p>
<p style="text-align:justify;">2. “…Amat dimungkinkan bila dicetuskan pendapat baru, bahwa wanita Muslim boleh menikah dengan non Muslim, atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat dibolehkan, apapun agama dan aliran kepercayaannya. Hal ini merujuk pada semangat yang dibawa al-Qur’an sendiri. Pertama, bahwa pluralitas agama merupakan sunnatullah yang tidak bisa dihindarkan. Tuhan menyebut agama-agama samawi dan mereka membawa ajaran amal saleh sebagai orang yang akan bersama-Nya di surga nanti. (QS 2: 62) (FLA, halaman 164).</p>
<p style="text-align:justify;">3. Membolehkan orang kafir mewaris harta orang Muslim. Alasannya, “Dan ligikanya, bila Islam menghargai agama lain dan mempersilahkan pernikahan dengan agama lain, maka secara otomatis waris beda agama diperbolehkan. Sedangkan hadis yang melarang waris beda agama harus dibaca dalam semangat zamannya, yang mana terdapat hubungan kurang sehat dengan agama lain (kafir). Maka bila hubungan Muslim dengan non-Muslim dalam keadaan normal dan kondusif, secara otomatis matan hadis tersebut tidak bisa digunakan.” (FLA, halaman 167).</p>
<p style="text-align:justify;">Tanggapan:</p>
<p style="text-align:justify;">Wanita Muslimah dinikahi oleh lelaki Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) itu haram. Sebab Ahli Kitab itu adalah kafir. Allah swt berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;">“Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (QS Al-Bayyinah: 6).</p>
<p style="text-align:justify;">Orang kafir itu tidak halal bagi wanita Muslimah. Allah swt berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;">“Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami-suami) mereka mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Mumtahanah/ 60: 10).</p>
<p style="text-align:justify;">Dari ayat ini dapat ditetapkan suatu hukum yang menyatakan bahwa jika seorang isteri telah masuk Islam berarti sejak ia masuk Islam itu telah bercerai dengan suaminya yang kafir, karena itu ia haram kembali kepada suaminya. Ayat ini juga menguatkan hukum yang menyatakan bahwa haram hukumnya seorang wanita muslimat kawin dengan laki-laki kafir.</p>
<p style="text-align:justify;">Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw pada tahun terjadinya perdamaian Hudaibiyyah memerintahkan Ali bin Abi Thalib untuk membuat konsep perjanjian itu, maka Ali pun menulisnya: “Dengan menyebut nama Engkau, wahai Tuhan kami, ini adalah perdamaian antara Muhammad bin Abdullah dengan Suhail bin Amr. Mereka telah menyatakan perdamaian dengan menghentikan peperangan selama 10 tahun, saling berusaha menjaga keamanan dan menahan serta menjaga terjadinya perselisihan. Barangsiapa di antara orang-orang Quraisy yang datang kepada Muhammad tanpa izin walinya, hendaklah orang itu dikembalikan sedangkan kaum muslimin yang datang kepada orang Quraisy tidak dikembalikan,…” dan seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah Rasulullah saw mengembalikan Abu Jandal bin Suhail kepada orang-orang Quraisy dan tidak ada seorangpun yang ditahan bel.iau, walaupun ia seorang mukmin. Maka datanglah kepada Rasulullah, seorang wanita mukminah dari daerah kafir yang bernama Ummu Kaltsum binti ‘Uqbah bin Abi Mu’aith. Maka datanglah kepada Rasulullah dua orang saudara dari perempuan itu yang bernama ‘Ammar dan Walid yang meminta agar wanita itu dikembalikan. Maka turunlah ayat ini yang melarang Rasulullah mengembalikannya. Kemudian wanita itu dikawini oleh Zaid bin Haritsah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari tindakan Rasulullah ini nyatalah bahwa yang wajib dikembalikan menurut perjanjian itu hanyalah laki-laki saja, sedangkan wanita tidak dikembalikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut riwayat Bukhari dan Muslim dari al-Miswar bin Makhramah dan Marwan bin Hakam diterangkan bahwa setelah Rasulullah menandatangani perjanjian Hudaibiyyah dengan orang-orang kafir Quraisy, banyaklah wanita-wanita mukminat berdatangan dari Makkah ke Madinah. Maka turunlah ayat ini yang memerintahkan agar Rasulullah menguji mereka lebih dahulu dan melarang beliau mengembalikan wanita-wanita yang benar-benar mukminat ke Makkah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pada itu kepada kaum muslimin dibolehkan mengawini wanita-wanita mukminat yang berhijrah itu dengan membayar maskawin. Hal ini berarti bahwa wanita itu tidak boleh dijadikan budak, karena mereka bukan berasal dari tawanan perang. Allah swt menganjurkan kaum muslimin mengawini mereka itu agar diri mereka terpelihara. Jika mereka tidak dikawini, mereka akan sendirian karena mereka telah bercerai dari suami mereka itu dengan masuk islamnya mereka itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah menerangkan sebab larangan melanjutkan perkawinan isteri mukminat dengan suami yang kafir itu, karena tidak akan ada hubungan perkawinan antara orang-orang yang sudah beriman dengan suami-suami mereka yang masih kafir dan berada di daerah kafir. Akad perkawinan mereka tidak berlaku lagi sejak isteri masuk Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Lelaki Ahli Kitab (Yahudi ataupun Nasrani) Haram Menikahi Muslimah<br />
Mengenai lelaki Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) haram menikahi wanita Muslimah tidak ada kesamaran lagi. Sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Mumtahanah/ 60: 10 dan Al-Baqarah/ 2: 221. Maka Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi menegaskan:</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan tidak halal bagi Muslimah nikah dengan lelaki kafir, baik keadaannya kafir kitabi (Ahli Kitab) ataupun bukan Kitabi. Karena Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;">Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. (QS Al-Baqarah: 221).</p>
<p style="text-align:justify;">Dan firmanNya:</p>
<p style="text-align:justify;">“… Maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. (QS Al-Mumtahanah/ 60: 10).</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Abu Bakar Al-Jazairy hafidhahullah berkata, “Tidak halal bagi muslimah menikah dengan orang kafir secara mutlak, baik Ahlul Kitab maupun bukan. Ia mendasarkan pada firman Allah QS Al-Mumtahanah/ 60: 10.</p>
<p style="text-align:justify;">Para ulama mengemukakan larangan Muslimah dinikahi oleh lelaki Ahli Kitab atau non Muslim itu sebagian cukup menyebutnya dengan lafal musyrik atau kafir, karena maknanya sudah jelas: kafir itu mencakup Ahli Kitab dan musyrik. Di samping itu tidak ada ayat atau hadits yang membolehkan lelaki kafir baik Ahli Kitab ataupun musyrik yang boleh menikahi Muslimah setelah turun ayat 10 Surat Al-Mumtahanah. Sehingga tidak ada kesamaran lagi walaupun hanya disebut kafir sudah langsung mencakup kafir dari jenis Ahli Kitab dan kafir musyrik. Bahkan lafal musyrik saja, para ulama sudah memasukkan seluruh non Muslim dalam hal lelaki musyrik dilarang dinikahkan dengan wanitra Muslimah.</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman.” (QS Al-Baqarah/ 2: 221).</p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad Ali As-Shabuni menjelaskan, di dalam ayat ini, Allah swt melarang para wali (ayah, kakek, saudara, paman dan orang-orang yang memiliki hak perwalian atas wanita) menikahkan wanita yang menjadi tanggung jawabnya dengan orang musyrik. Yang dimaksud musyrik di sini adalah semua orang yang tidak beragama Islam, mencakup penyembah berhala, majusi, yahudi, Nasrani dan orang yang murtad dari Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Al-Imam Al-Qurthubi berkata, “Janganlah menikahkan wanita muslimah dengan orang musyrik. Dan umat ini telah berijma’ bahwa laki-laki musyrik itu tidak boleh menggauli wanita mu’minah, bagaimanapun bentuknya, karena perbuatan itu merupakan penghinaan terhadap Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Abdil Barr berkata, (Ulama ijma’) bahwa muslimah tidak halal menjadi isteri orang kafir.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh Shalih Al-fauzan berkata, “laki-laki kafir tidak halal menikahi wanita muslimah, berdasarkan firman-Nya Ta’ala: ” Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman.” (QS Al-Baqarah/ 2: 221).</p>
<p style="text-align:justify;">Mencari Celah dengan Memlintir Imam At-Thabari<br />
Meskipun hukum tentang haramnya wanita muslimah dinikahi lelaki kafir secara mutlak, baik kafir Ahli Kitab maupun musyrik itu sudah jelas dan tegas, namun karena firqah liberal punya misi tertentu di antaranya mengusung kepentingan orang kafir, maka diteroboslah apa-apa yang mereka anggap ada celah-celahnya. Dalam hal pernikahan antara muslimah dengan lelaki Ahli Kitab mereka copoti keharamannya dengan cara menganggapnya “tidak ada larangan yang sharih”. Lalu mereka simpulkan: “Jadi, soal pernikahan laki-laki non Muslim dengan wanita Muslim merupakan wilayah ijtihadi dan terkait dengan konteks tertentu, di antaranya konteks dakwah Islam pada saat itu. Yang mana jumlah umat Islam tidak sebesar saat ini, sehingga pernikahan antar agama merupakan sesuatu yang terlarang.” (FLA, halaman 164).</p>
<p style="text-align:justify;">Firqah liberal itu terang-terangan membolehkan wanita Muslimah dinikahi oleh lelaki Ahli Kitab, dengan alasan, “karena tidak ada larangan yang sharih. Yang ada justru hadis yang tidak begitu jelas kedudukannya, Rasulullah saw bersabda, kami menikahi wanita-wanita Ahli Kitab dan laki-laki Ahli Kitab tidak boleh menikahi wanita-wanita kami (Muslimah). (FLA, halaman 163). Dalam catatan kaki (FLA, halaman 191) hadits yang mereka sebut tidak begitu jelas kedudukannya itu dikutip dari Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir al-Thabari, Jami’ al-Bayan ‘an ta’wi Ay al-Qur’an, Beirut: Darul Fikr, 2001, halaman 465.</p>
<p style="text-align:justify;">Benarkah Imam At-Thabari mengemukakan hadits itu untuk dijadikan landasan dalam hal tidak sharih (tidak jelas)nya larangan lelaki Ahli Kitab menikahi wanita Muslimah, karena hadits itu kedudukannya masih ada masalah?</p>
<p style="text-align:justify;">Sama sekali tidak. Pembicaraan Imam At-Thabari bukan mengenai larangan lelaki Ahli Kitab menikahi wanita Muslimah (karena sudah jelas haramnya), namun adalah pembicaraan tentang riwayat-riwayat mengenai wanita muhshonat (wanita merdeka yang menjaga diri dan kehormatannya) dari kalangan Ahli Kitab. Ini berkaitan dengan ada perbedaan di kalangan Ahli Tafsir dalam hal wanita musyrikat dalam QS 2: 221, haram dinikahi, maka apakah di dalamnya termasuk wanita Ahli Kitab. Dan karena ada riwayat, Umar bin Khatthab menyuruh talak beberapa orang sahabat ( Hudzaifah dan Thalhah) yang menikahi wanita Ahli Kitab. Berikut ini uraian Imam At-Thabari, kami kutip dengan diringkas dari Fathul Qadir-nya Imam As-Syaukani (yang sudah dibuat lebih komunikatif), dan bisa dirujuk ke Tafsir At-Thabari juz 2 halaman : 378.</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Ja’far Ibnu Jarir At-Thabari berkata, para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai ayat ini (QS 2: 221): Apakah ayat itu diturunkan dengan maksud setiap musyrikah (dilarang dinikahi) atau maksud hukumnya mengenai sebagian musyrikah saja bukan yang lainnya? Dan apakah ada sesuatu yang dinasakh (dihapus) setelah adanya kewajiban hukum padanya itu atau tidak?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian Ahli Tafsir berpendapat: Diturunkan ayat itu dimaksudkan pengharaman atas setiap muslim nikah dengan setiap wanita musyrikat dari jenis manapun kesyirikannya, baik itu wanita penyembah berhala, ataupun wanita Yahudi, Nasrani, Majusi, atau lainnya dari macam-macam kemusyrikan. Kemudian pengharaman menikahi wanita Ahli Kitab dinasakh (dihapus) dengan Firman-Nya: QS Al-Maaidah: 4-5).</p>
<p style="text-align:justify;">(Ada juga yang mengecualikan wanita Ahli Kitab) riwayat dari Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas, Firman-Nya (QS 2:221) itu kemudian Dia mengecualikan wanita-wanita Ahli Ktab, maka Dia berfirman QS Al-Maaidah: 5.</p>
<p style="text-align:justify;">Ahli Tafsir yang lain berkata: Bahkan ayat ini (QS 2:221) diturunkan dengan maksud hukumnya mengenai wanita musyrikat Arab, tidak ada sesuatu yang menasakhnya (menghapusnya), dan tidak dikecualikan. Ayat itu hanyalah umum secara lahiriyahnya tetapi khusus maknanya. Riwayat dari Qatadah, QS 2:221, Dan janganlah kalian nikahi wanita-wanita musyrikat sehingga mereka beriman, artinya wanita musyrikat Arab yang tidak memiliki kitab (suci) yang mereka baca. Sa’id bin Jubair berkata, maksudnya wanita musyrikat ahlil autsan (penyembah berhala).</p>
<p style="text-align:justify;">Ahli tafsir yang lain berkata: Bahkan ayat ini QS 2: 221 diturunkan dimaksukan mengenai setiap wanita musyrikat dari jenis apa saja dia, tidak dikhususkan satu jenis musyrikat saja, baik itu wanita berhalais atau wanita Majusi, atau wanita Ahli Kitab, dan tidak ada sesuatu yang menasakhnya (menghapusnya).</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Ja’far At-Thabari berkata: yang paling utama dari pendapat-pendapat penafsiran ayat ini adalah pendapat Qatadah: bahwa Allah Ta’ala berfirman: “Dan janganlah menikahi wanita-wanita musyrikat sehingga mereka beriman” adalah orang yang bukan Ahli Kitab dari wanita-wanita musyrikat. Ayat itu umum secara lahiriyahnya, khusus secara batiniyahnya, tidak ada sesuatu yang menasakhnya (menghapusnya), dan wanita-wanita Ahli Kitab tidak termasuk di dalamnya. Dan hal yang demikian itu karena Allah Ta’ala menyebutkan halal dengan firman-Nya QS Al-Maaidah: 5 Dan wanita-wanita muhshonat dari kalangan orang-orang yang diberi al-kitab sebelum kamu— bagi laki-laki mukmin untuk menikahi wanita-wanita muhshonat (menjaga diri dan kehormatan) dari mereka, seperti yang dibolehkan kepada lelaki mukminin untuk menikahi wanita-wanita mukminat.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun perkataan yang diriwayatkan dari Syahr bin Husyib, dari Ibnu Abbas, dari Umar ra: tentang pemisahannya antara Thalhah dan Hudzaifah dengan isteri mereka yang kedua isteri itu wanita kitabiyah, maka adalah perkataan yang tidak ada maknanya, karena menyelisihi apa yang disepakati umat atas kehalalannya berdasarkan Kitab Allah Ta’ala yang telah menyebutkannya, dan Hadits rasul-Nya saw. Dan telah diriwayatkan dari Umar bin Khatthab ra dari perkatan yang berbeda dengan itu, dengan sanad yang lebih shahih, yaitu apa yang diriwayatkan dari Zaid bin Wahab, dia berkata,</p>
<p style="text-align:justify;">Umar berkata: Lelaki Muslim menikahi wanita Nasrani, dan lelaki Nasrani tidak menikahi wanita Muslimah.</p>
<p style="text-align:justify;">Umar membenci Thalhah dan Hudzaifah ra menikahi wanita Yahudi dan Nasrani hanyalah khawatir kalau orang-orang mengikuti keduanya dalam hal itu, lalu mereka tidak membutuhkan wanita Muslimat, atau makna-makna selainnya. Maka Umar memerintahkan keduanya untuk menceraikan dua wanita kitabiyah itu. Sebagaimana riwayat dari Syaqiq, ia berkata: Hudzaifah beristerikan wanita Yahudi, lalu Umar menulis surat kepadanya: “Lepaskanlah dia.” Lalu Hudzaifah membalas surat kepada Umar: Apakah kamu kira bahwa ia haram maka aku (harus) melepaskannya? Lalu Umar menjawab: Aku tidak mengira bahwa dia haram, tetapi aku takut kalau kalian mendapatkan al-muumisaat (wanita-wanita lacur) dari kalangan mereka (Ahli Kitab).</p>
<p style="text-align:justify;">Dan riwayat dari al-Hasan, dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Kami menikahi wanita-wanita Ahli Kitab dan mereka tidak menikahi wanita-wanita kami.” Hadits ini –walaupun dalam sanadnya ada sesuatu—maka berpendapat dengannya, karena kesepakatan keseluruhan atas benarnya perkataan dengannya, itu lebih utama daripada khabar dari Abdul Hamid bin Bahram dari Syahr bin Husyib (tentang Umar memisahkan Thalhah dan Hudzaifah dengan isteri mereka yang kedua isteri itu wanita kitabiyah). Maka arti pembicaraan itu, jadinya: “ Wahai orang-orang Mukmin, janganlah kalian menikahi wanita-wanita musyrikat, selain wanita Ahli Kitab, sehingga mereka beriman lalu membenarkan Allah, Rasul-Nya, dan apa yang diturunkan kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Para pembaca, kami mohon maaf, pengutipan ini panjang pula, karena untuk membuktikan, sebenarnya Imam At-Thabari apakah meriwayatkan hadits yang kedudukannya masih ada masalah itu untuk membahas masih diragukannya keharaman lelaki non Muslim (Yahudi, Nasrani, Majusi, dan kafirin lainnya) ataukah membahas tentang wanita muhshonat Ahli Kitab. Ternyata Imam At-Thabari hanyalah membicarakan wanita muhshonat Ahli Kitab, sama sekali tidak membicarakan lelaki Ahli Kitab dalam hal periwayatan hadits tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana tim penulis Paramadina ini mau dipercaya? Zuhairi Misrawi salah seorang tim penulis FLA ketika jadi utusan Paramadina dalam berdebat dengan Majelis Mujahidin Indonesia 15 Januari 2004 di UIN (Universitas Islam Negeri, dahulu IAIN) Jakarta mengatakan, Landasan penulisan FLA di antaranya adalah Tafsir At-Thabari. Ternyata Tafsir At-Thabari yang jadi landasan itu mereka plintir pula. Tafsir At-Thabari bicara tentang wanita muhshonat Ahli Kitab, sedang FLA menjadikannya sebagai alasan untuk membolehkan lelaki Ahli Kitab menikahi wanita Muslimah. Ini cara penulisan fiqih model apa?</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal lelaki non Islam haram menikahi wanita Muslimah sudah jelas berdasarkan Al-Qran 2:221 dan 60: 10. Sebagai tambahan bisa dikemukakan hadits dan atsar (perkataan) sahabat Nabi saw.</p>
<p style="text-align:justify;">Riwayat dari Hasan, dari Jabir ditanyakan kepadanya, disebutkan Nabi saw bersabda, ya, beliau bersabda: Kami tidak mewaris (harta) Ahli Kitab dan mereka tidak mewaris (harta) kami kecuali apabila lelaki mewaris hambanya atau amatnya (budak wanitanya), dan kami menikahi wanita-wanita mereka (ahli kitab) dan mereka tidak menikahi wanita-wanita kami. (HR At-Thabrani dalam Al-Awsath, dan rijal –tokoh periwayat-periwayatnya tsiqot, terpercaya).</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi Abdur Razaq dan Ibnu jarir, dari Umar bin Khatthab, ia berkata: “Lelaki Muslim menikahi wanita Nasrani, dan lelaki Nasrani tidak menikahi Muslimah”. Dan bagi Abd bin Humaid dari Qatadah berkata: “Allah menghalalkan untuk kita (Muslimin) muhshonatain (dua macam wanita muhshonah/ yang menjaga diri): Muhshonah mu’minah dan muhshonah dari Ahli Kitab. Wanita-wanita kami (Muslimah) haram atas mereka (lelaki Ahli Kitab), dan wanita-wanita mereka (Ahli Kitab) bagi kami (Muslimin) halal.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak diragukan lagi, wanita Muslimah haram dinikahi oleh lelaki non Muslim secara mutlak, baik mereka itu Yahudi, Nasrani, Majusi, Konghucu, Hindu, Budha, Sinto, Baha’I, , Sikh, dukun/ paranormal penyembah jin- syetan atau kafirin lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Isteri masuk Islam<br />
Setelah terbukti ngawurnya tim penulis FLA Paramadina, di sini perlu dikemukakan, yang jadi bahan pembahasan para ulama adalah apabila isteri masuk Islam di bawah suami yang musyrik, Nasrani, Yahudi, ataupun Majusi dan agama-agama selain Islam. Ini perlu ditambahkan di sini untuk lebih memantapkan bahwa lelaki non Islam (baik Yahudi, Nasrani, Majusi, maupun agama-agama selain Islam) haram bagi wanita Muslimah, walau ketika sebelum itu si wanita itu kafir juga. Namun ketika si wanita masuk Islam maka suaminya yang kafir itu jadi haram atasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dalam Kitab Shahih Bukhari dikemukakan:</p>
<p style="text-align:justify;">Bab: Apabila wanita musyrikah atau Nasrani masuk Islam di bawah (suami) kafir dzimmi atau kafir harbi (musuh).</p>
<p style="text-align:justify;">Abdul Warits berkata, dari Khalid, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas: “Apabila wanita Nasrani masuk Islam satu saat sebelum suaminya, maka dia haram atas suaminya.”<br />
Imam Ibnu Hajar menjelaskan atsar yang dikutip Imam Bukhari tersebut, dalam Kitab Fathul Bari, di antaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">At-Thahawi mengeluarkan/ mentakhrij dari jalan Ayub, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas mengenai wanita Yahudi atau Nasrani yang berada di bawah (suami) Yahudi atau Nasrani lalu wanita itu masuk Islam, maka dia (Ibnu Abbas) berkata, “Dipisahkan antara keduanya (suami isteri) oleh Islam, dan Islam itu tinggi dan tidak diungguli atasnya.” Sanadnya shahih. (Itulah teks dalam Kitab Shahih Bukhari dan sebagian penjelasan di Kitab Fathul Bari).</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu Qudamah dalam Kitab Al-Mughni menjelaskan:</p>
<p style="text-align:justify;">Fasal kelima: Apabila salah satu dari suami isteri masuk Islam, dan yang lainnya (masuk Islam) belakangan sehingga habis ‘iddah si isteri itu, maka fasakh (rusak) lah pernikahannya, menurut pendapat umumnya para ulama. Ibnu Abdil Barr berkata, tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam hal ini, kecuali sedikit yang diriwayatkan dari An-Nakho’I, ada keanehan menurut jama’ah ulama, maka tidak diikuti oleh seorang pun. (An-Nakho’I) mengira bahwa (isteri yang telah habis iddahnya) dikembalikan kepada suaminya, walaupun telah lama waktunya, karena apa yang diriwayatkan Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah Saw mengembalikan Zainab kepada suaminya, Abil Ash, dengan nikahnya yang awal, driwayatkan oleh Abu Daud. Dan Imam Ahmad mengajukan alasan padanya. Ia ditanya, tidakkah diriwayatkan bahwa Nabi saw mengembalikannya (Zainab) dengan nikah lanjutan? Dia (Ahmad) menjawab: Itu tidak ada sumbernya. Dan dikatakan, antara keislaman Zainab dan dikembalikannya kepada suaminya (Abil Ash yang tadinya kafir kemudian masuk Islam) itu 8 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan bagi kami (Ibnu Qudamah) firman Allah Ta’ala:</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. (QS Al-Mumtahanah/ 60: 10).</p>
<p style="text-align:justify;">Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir (QS Al-Mumtahanah: 10). Dan (juga adanya) kesepakatan yang kental (ijma’ mun’aqod) atas pengharaman perkawinan Muslimat dengan lelaki kafir. Adapun kisah Abil Ash dengan isterinya (Zainab. puteri Nabi saw), maka Ibnu Abdil Barr berkata, tidak sunyi dari bahwa kejadiannya sebelum turunnya pangharaman nikah Muslimat dengan lelaki kafir, lalu dinasakh (dihapus) dengan (ayat) yang datang setelahnya, atau isteri itu hamil yang berlangsung kehamilannya sampai suaminya masuk Islam, atau istri sakit tidak haidh 3 kali haidh sehinga lelakinya masuk Islam, atau iseri itu dikembalikan kepada suaminya dengan nikah yang baru. Sungguh telah meriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Sunannya dari Amru bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Nabi saw mengembalikannya (Zainab) kepada Abil Ash dengan nikah yang baru. (HR At-Tirmidzi, dan ia berkata, Aku mendengar Abd bin Humaid berkata, aku dengar Yazid bin Harun berkata: Hadits Ibnu Abbas adalah sebaik-baik sanad, dan pengamalannya itu atas hadits Amru bin Syuaib).</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian pembahasan tentang apabila salah satu dari suami isteri masuk Islam, dan yang lainnya (masuk Islam) belakangan sehingga habis ‘iddah si isteri itu, maka fasakh (rusak) lah pernikahannya, menurut pendapat umumnya para ulama, apabila isteri yang tadinya kafir kemudian masuk Islam lebih dulu dari suaminya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pembahasan itu lebih menguatkan bahwa lelaki kafir jenis apapun (Yahudi, Kristen, katolik, Majusi, Hindu, Budha, Sinto, Baha’I, , dan musyrikin lainnya) haram menikahi wanita Muslimah.</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah Menikahi Wanita Muhshonat dari Kalangan Ahli Kitab</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah menikahi wanita muhshonat (merdeka dan menjaga diri serta kehormatannya) yang berasal dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), maka pembicaraan ulama di antaranya sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah Perkataan, “ wanita-wanita Ahli Kitab yang merdeka dan sembelihan mereka halal bagi Muslimin” tidak ada perbedaan pendapat di antara ahli ilmu, alhamdulillah, mengenai halalnya wanita Ahli Kitab yang merdeka. Di antara yang diriwayatkan mengenai hal itu di antaranya Umar, Utsman, Thalhah, Hudzaifah, salman, jabir dan lainnya. Ibnu Mundzir berkata: Tidak sah dari seorang pun dari generasi awal-awal yang mengharamkan itu. Al-Khalal meriwayatkan dengan snadnya, bahwa Khudzaifah, Thalhah, al-Jarud bin al-Mu’alla, dan Udzainah bin al-‘abdi beristerikan wanita-wanita ahli Kitab. Para ahli ilmu berpendapat dengan khabar itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Syi’ah Imamiyah mengharamkannya (menikahi wanita Ahli Kitab) dengan firmanNya Ta’ala, dan janganlah menikahi wanita musyrikat sehingga mereka beriman (QS 2: 221), dan ayat, Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir (QS Al-Mumtahanah: 10).</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi kami firman Allah Ta’ala: Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. (QS Al-Maaidah: 5).</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika hal itu sudah tsabat (kuat), lalu yang lebih utama hendaknya tidak menikahi wanita kitabiyah (ahli kitab), karena Umar berkata kepada para sahabat yang menikahi wanita-wanita ahli kitab, “talaklah mereka”, maka mereka pun menalaknya, kecuali Hudzaifah. Lalu Umar berkata kepadanya (Hudzaifah), “talaklah”. Dia (Hudzaifah) berkata, ” Anda bersaksi bahwa dia (wanita Kitabiyah) itu haram?”</p>
<p style="text-align:justify;">Umar berkata, “dia itu jamrah (batu bara aktif), talaklah dia”.</p>
<p style="text-align:justify;">(Hudzaifah) berkata, ” Anda bersaksi bahwa dia (wanita Kitabiyah) itu haram?”</p>
<p style="text-align:justify;">Umar berkata, dia itu jamrah.</p>
<p style="text-align:justify;">Hudzaifah berkata, saya telah mengerti bahwa dia itu jamrah, tetapi dia bagiku halal. Maka setelah itu ketika Hudzaifah menalaknya (wanita Kitabiyah) ia ditanya (orang), kenapa kamu tidak mentalaknya ketika kamu disuruh Umar?</p>
<p style="text-align:justify;">Hudzaifah mengatakan, aku tidak suka kalau orang-orang memandang bahwa aku berbuat suatu perkara yang tidak seyogyanya bagiku. Dan karena barangkali hati Umar cenderung kepadanya (wanita Kitabiyah itu) lalu dia (wanita kitabiyah itu) memfitnah/ menguji Umar, dan barangkali di antara keduanya ada anak maka cenderung kepadanya (wanita kitabiyah).</p>
<p style="text-align:justify;">Wanita Kitabiyah Hanya Yahudi dan Nasrani</p>
<p style="text-align:justify;">Fasal: Ahli Kitab yang mereka hukumnya seperti ini (boleh menikahi wanitanya yang muhshonat tetapi yang lebih utama adalah tidak usah menikahinya) adalah ahli kitab Taurat dan Injil. Allah Ta’ala berfirman, (Kami turunkan Al Qur’an itu) agar kamu (tidak) mengatakan: Bahwa kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan saja sebelum kami, (QS Al-An’aam: 156). Maka pengikut Taurat adalah Yahudi dan As-Samirah (Orang Sameria), dan pengikut Injil adalah Nasrani dan orang-orang yang berdiri dengan mereka dalam agama asli mereka yaitu Ifrinji (orang Eropa), Arman (Roman) dan lainnya. Adapun Shobi’un maka kaum salaf banyak berbeda pendapat mengenainya. Diriwayatkan dari Imam Ahmad bahwa mereka (shobi’un) adalah dari jenis Nasrani.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun orang kafir selain mereka (ahli kitab) seperti yang mengikuti (berpedoman) dengan shuhuf Ibrahim dan Syit, dan (berpedoman dengan) zabur Daud maka mereka bukanlah ahli kitab. Tidak halal menikahi mereka, dan tidak pula sembelihannya. Ini pendapat Syafi’i.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada bagian selanjutnya dijelaskan:</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi kami (Ibnu Qudamah) firman Allah Ta’ala, Dan janganlah kalian menikahi wanita-wanita musyrikat (QS Al-Baqarah/ 2: 221), dan firmanNya, Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir (QS Al-Mumtahanah/ 60: 10) lalu Dia memberi rukhshoh (keringanan) dari (larangan) yang demikian itu mengenai ahli kitab. Maka orang-orang kafir selain ahli kitab tetap di atas keumuman (ayat larangan itu). Dan tidak ada dalil kuat (lam yatsbut) bahwa Majusi memiliki ktab. Imam Ahmad ditanya, apakah benar riwayat dari Ali bahwa Majusi itu memiliki kitab. Lalu dia menjawab, ini batil, dan dibesar-besarkan sekali. Seandainya ada riwayat kuat (tsabat) bahwa mereka memiliki kitab, maka sungguh telah kami jelaskan bahwa hukum ahli kitab tidak kuat (laa yatsbut) untuk selain dua ahli kitab (Yahudi dan Nasrani, pen).</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sabda Nabi saw, perlakukanlah pada mereka (Majusi) (sebagaimana) perlakuan terhadap ahli kitab itu adalah dalil bahwasanya Majusi tidak memiliki kitab. Nabi saw hanya lah menginginkan perlakuannya itu dalam penahanan darah mereka dan pengakuan mereka dengan jizyah (upeti), tidak ada lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Pasal: Seluruh orang kafir selain ahli kitab, seperti orang yang menyembah apa yang dianggap bagus yaitu berhala-berhala, batu-batu, pohon-pohon, dan hewan-hewan, maka tidak ada khilaf (perbedaan) di antara ahli ilmu dalam mengharamkan (nikah dengan) perempuan-perempuan mereka dan (haram makan) sembelihan mereka. Hal itu berdasarkan dua ayat yang telah kami sebutkan , dan tidak ada yang bertentangan dengan keduanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Puncak Pembatalan Syari’at Allah Swt</p>
<p style="text-align:justify;">Telah tuntas pembahasan tentang nikah beda agama. Telah terkuak kesembronoan FLA yang sangat menyesatkan umat Islam dan bermuatan pemurtadan itu. Namun masih ada pernyataan yang lebih gawat lagi dari FLA, dan merupakan puncak pembatalan Syari’at Allah swt. Yaitu ungkapan FLA:</p>
<p style="text-align:justify;">“…amat dimungkinkan bila dicetuskan pendapat baru, bahwa wanita Muslim boleh menikah dengan non Muslim, atau pernikahan beda agama secara lebih luas amat dibolehkan, apapun agama dan aliran kepercayaannya. (FLA, halaman 164).</p>
<p style="text-align:justify;">Ungkapan “pernikahan beda agama secara lebih luas amat dibolehkan, apapun agama dan aliran kepercayaannya” (FLA, halaman 164) itu adalah pembatalan syari’at Allah swt yang jelas tercantum di dalam Al-Qur’an:</p>
<p style="text-align:justify;">“Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami-suami) mereka mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Mumtahanah/ 60: 10).</p>
<p style="text-align:justify;">Juga ayat Al-Qur’an:</p>
<p style="text-align:justify;">Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS Al-Baqarah/ 2: 221).</p>
<p style="text-align:justify;">Karena tim penulis FLA sudah terbukti ungkapannya yang menggugurkan dan membatalkan syari’at Allah dengan tulisannya seperti itu, maka pembicaraan mereka mengenai pembatalan-pembatalan syari’at Allah yang ada di dalam Hadits di antaranya tentang tidak saling mewarisi antara Muslim dan kafir, sudah kami cukupkan dengan apa yang telah kami singgung di bab lain. Astaghfirullahalazhiem</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khanda88.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khanda88.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khanda88.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khanda88.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khanda88.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khanda88.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khanda88.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khanda88.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khanda88.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khanda88.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khanda88.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khanda88.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khanda88.wordpress.com&blog=3114646&post=32&subd=khanda88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/masalah-nikah-beda-agama/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/khanda88-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">khanda88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taubat Seorang Wanita Buta&#8230;</title>
		<link>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/taubat-seorang-wanita-buta/</link>
		<comments>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/taubat-seorang-wanita-buta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 11:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khanda88</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/taubat-seorang-wanita-buta/</guid>
		<description><![CDATA[Saleh Al-Muri bercerita, bahawa dia pernah melihat seorang perempuan tua memakai baju kasar di Mihrab Daud Alaihissalam. Perempuan yang telah buta matanya itu sedang mengerjakan sholat sambil menangis terisak-isak. Setelah selesai solat dia mengangkat wajahnya ke langit dan berdoa:
 &#8220;Wahai Tuhan Engkaulah tempatku memohon dan Pelindungku dalam hidup. Engkaulah penjamin dan pembimbingku dalam mati. Wahai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="color:navy;">Saleh Al-Muri bercerita, bahawa dia pernah melihat seorang perempuan tua memakai baju kasar di Mihrab Daud Alaihissalam. Perempuan yang telah buta matanya itu sedang mengerjakan sholat sambil menangis terisak-isak. Setelah selesai solat dia mengangkat wajahnya ke langit dan berdoa:</p>
<p></span><span id="more-31"></span><span style="color:navy;"> &#8220;Wahai Tuhan Engkaulah tempatku memohon dan Pelindungku dalam hidup. Engkaulah penjamin dan pembimbingku dalam mati. Wahai Yang Maha Mengetahui perkara yang tersembunyi dan rahasia, serta setiap getaran batin tidak ada Rabb bagiku selain Engkau yang kuharap dapat terhindar bencana yang dahsyat.&#8221;</p>
<p>Saleh Al-Muri memberi salam kepada perempuan tersebut dan bertanya: &#8220;Wahai Ukhti! Apa yang menyebabkan hilangnya penglihatanmu?&#8221;<br />
&#8220;Tangisku yang disebabkan sedihnya hatiku kerana terlalu banyaknya maksiatku kepada-Nya, dan terlalu sedikitnya ingatan dan pengabdianku kepada-Nya. Jika Dia mengampunkan aku dan menggantinya di akhirat nanti, adalah lebih baik dari kedua-dua mataku ini. Jika Dia tidak mengampunkan aku, buat apa mata di dunia tetapi akan dibakar di neraka nanti.&#8221; Kata perempuan tua itu.</p>
<p>Saleh pun ikut menangis karena sangat terharu mendengar hujjah wanita yang mengharukan itu.<br />
&#8220;Wahai Saleh! Sudikah kiranya engkau membacakan sesuatu dari ayat Al-Quran untukku. Kerana aku sudah sangat rindu kepadanya.&#8221; Pinta perempuan itu.</p>
<p>Lalu Saleh membacakan ayat yang artinya:</p>
<p>&#8220;Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya.&#8221; (Al-An&#8217;am: 91)<br />
&#8220;Wahai Saleh, siapakah yang berkhidmat kepada-Nya dengan sebenarnya?&#8221; Kata perempuan itu lalu menjerit kuat-kuat dengan jeritan yang boleh menggoncangkan hati orang yang mendengarnya. Dia jatuh ke bumi dan meninggal dunia seketika itu juga.</p>
<p>Pada suatu malam Saleh Al-Muri bermimpi berjumpa dengan perempuan tua itu dalam keadaan memakai baju yang sangat bagus.<br />
Dalam mimpi tersebut Saleh bertanya: &#8220;Bagaimana keadaanmu sekarang?&#8221;</p>
<p>Perempuan itu menjawab: &#8220;Alhamdulillah sangat baik, sebaik saat rohku dicabut, aku didudukkan di hadapan-Nya dan berkata: &#8220;Selamat datang wahai orang yang meninggal akibat terlalu sedih kerana merasa sedikitnya khidmatnya kepada-Ku.&#8221;</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khanda88.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khanda88.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khanda88.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khanda88.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khanda88.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khanda88.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khanda88.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khanda88.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khanda88.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khanda88.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khanda88.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khanda88.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khanda88.wordpress.com&blog=3114646&post=31&subd=khanda88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/taubat-seorang-wanita-buta/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/khanda88-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">khanda88</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keindahan Fantasi Cinta</title>
		<link>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/keindahan-fantasi-cinta/</link>
		<comments>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/keindahan-fantasi-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 10:53:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>khanda88</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://khanda88.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Riuh&#8230; ramai&#8230; gaduh&#8230; dan penuh kegembiraan
Taman hati berwarna warni
Panggung rumah paru-paru berdiri kokoh
Kolam cinta mengalir indah keawan kasih
 Badan terasa sejuk&#8230;
Segar tak terkirakan
Rumput selaput nadi bergoyang lembut
Di tiup angin cinta sejati
Burung camar jantung menukik pelan
Hinggap di pohon tulang iga putih
Matanya melihat kearah taman hati
Pandangannya terpesona oleh pemandangan cantik
Bidadari cinta dan pangeran kasih sayang
Bersenda gurau diangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:darkblue;">Riuh&#8230; ramai&#8230; gaduh&#8230; dan penuh kegembiraan<br />
Taman hati berwarna warni<br />
Panggung rumah paru-paru berdiri kokoh<br />
Kolam cinta mengalir indah keawan kasih</p>
<p></span><span id="more-30"></span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:darkblue;"> Badan terasa sejuk&#8230;<br />
Segar tak terkirakan<br />
Rumput selaput nadi bergoyang lembut<br />
Di tiup angin cinta sejati</p>
<p>Burung camar jantung menukik pelan<br />
Hinggap di pohon tulang iga putih<br />
Matanya melihat kearah taman hati<br />
Pandangannya terpesona oleh pemandangan cantik</p>
<p>Bidadari cinta dan pangeran kasih sayang<br />
Bersenda gurau diangan yang tinggi<br />
Hati pun gembira&#8230;<br />
Jiwa pun lega&#8230;</p>
<p>Ya Allah&#8230;<br />
Abadikan keadaan ini<br />
Agar menjadi pedoman<br />
Bagi hati yang saling menyatu</p>
<p>Mentari sanubari tersenyum riang<br />
Alam jiwa bergembira ria<br />
Serentak&#8230;<br />
</span><span style="font-size:10pt;font-family:&quot;color:darkblue;">Jiwa0jiwa riang berdansa di sekitar taman hati<br />
Oooh&#8230;<br />
Indahnya fantasi cinta</span><span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/khanda88.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/khanda88.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/khanda88.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/khanda88.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/khanda88.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/khanda88.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/khanda88.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/khanda88.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/khanda88.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/khanda88.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/khanda88.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/khanda88.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=khanda88.wordpress.com&blog=3114646&post=30&subd=khanda88&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://khanda88.wordpress.com/2008/04/11/keindahan-fantasi-cinta/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/khanda88-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">khanda88</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>